Laman

Monday, August 20, 2018

Pengalaman menjadi mahasiswa UT ( Universitas Terbuka)

Sejak awal universitas ini bukanlah universitas yang saya lirik. Jangankan melirik berpikir sedikitpun tidak. Saat masa-masa SMA saya berpikir akan bisa lolos di universitas-universitas negeri dengan jurusan yang linear dengan minat saya. Waktu itu saya mendaftar di dua PTN dengan 3 jurusan yang berbeda melalui jalur SNMPTN. Namun rupanya tuhan berkehendak lain, saya tidak lolos satupun di kedua universitas tersebut. Akhirnya dari situ saya mulai menanamkan sugesti bahwa saya harus bisa kuliah apapun caranya, so setelah itu saya tidak melihat apapun, saya hanya berpikir bahwa saya harus kuliah di tempat apapun dan di jurusan apapun. Menjelang pendaftaran sbmptn saya sudah menyiapkan berkas. Pun demikian dengan uang tabungan sebesar 500 ribu hasil dari menang lomba pidato. Namun diri ini begitu cemas karena belum persiapan apapun untuk ikut seleksi di sbmptn, tak ada sedikitpun kisi-kisi soal yang diujikan, sedang siswa di sekolah lain sudah siap di semuanya. Akhirnya saya banting setir dengan cara mendaftar di UT, Kebetulan punya kakak kelas yang kuliah di UT sehingga saya pun tak miskin informasi soal ini. Setelah berkas siap dan dikirim, akhirnya saya mengikuti sesi tes wawancara dan beberapa minggu setelahnya dinyatakan lolos sebagai mahasiswa UT dengan beasiswa bidikmisi di program ilmu pemerintahan.

Memasuki hari pertama kuliah (tutorial) saya membayangkan seperti apa itu kuliah. Ini kali pertama saya duduk di bangku universitas. Semester pertama ini semester perkenalan. Kami berkenalan satu sama lain, tanya-tanya soal dari daerah mana dan selama kuliah kos/tinggal dimana. Para dosen atau yang lebih akrab kami panggil dengan sebutan tutor juga memberi dan mengenalkan bagaimana sistem belajar yang akan kita tempuh beberapa bulan kedepan. Yapp.. proses kuliah pun dimulai dan selesai tanpa hambatan berarti dan syukur alhamdulillah di semester satu ini saya mendapat IP 3,5. Memang tidak terlalu besar, namun saya rasa ini adalah awal yang baik.

Masuk disemester dua, diri ini memulai perkuliahan dengan dengan semangat yang sama saat pertama masuk kelas. Di semester ini rasanya tak ada perbedaan dari semester kemaren. Proses perkuliahan berjalan sebagaimana biasanya dan berjalan dengan lancar, namun meski IP di semester 2 ini naik menjadi 3,5 tapi saya mendapat nilai 'C' disalah satu mata kuliah. Iya, saya mendapat nilai C di mata kuliah logika, jujur ada perasaan kecewa yang begitu mendalam karena sebelum ujian saya sangat yakin akan mendapat nilai minimal B di mata kuliah ini. hehe.. sedihnya masih begitu terasa sampai saat ini..

Semester tiga muncul dihadapan, kali ini perkuliahan dipindah dari tempat biasanya, dulu di sebuah smk dekat terminal jember dan dipindah di sebuah sekolah sma dekat kampus unej jember. Suasana berbeda pun saya hadapi, kalau dulu sering lihat orang wara wiri bawa tas besar dan kardus mau naik bis, sekarang jadi lebih sering lihat mahasiswa muda mudi buru buru untuk berangkat kuliah atau nongkrong di sebuah cafe. Ya... lingkungan baru ini saya rasa cocok dengan keadaan pelajar, dekat tempat untuk fotokopi, toko alat tulis, supermarket, kos-kosan pun banyak pilihan dengan berbagai harga, dan yang paling penting adalah banyak warung makan yang bersahabat dengan kantong mahasiswa.. hehehe. Di semester tiga ini saya mendapat IP 3,5. Masih sama dengan IP semester dua kemarin, namun bedanya sudah tidak ada nilai 'C' lagi.

Memasuki semester empat saya berusaha untuk belajar lebih rileks lagi dengan harapan dapat meningkatkan nilai yang didapat. kenapa belajar lebih rileks?, bukannya lebih rajin lagi?.. ya karena meski saya belajarnya rajin namun tidak rileks hasilnya gitu-gitu aja.. heheh...  Namun tahukah kamu apa yang terjadi.. Nilai semester kemaren yang sudah bersih dari huruf 'C' kini muncul lagi, satu mata kuliah mendapat nilai 'C' dengan IP tetap 3,5.

Berdasarkan pengalaman di semester empat kemaren. Saya bertekad untuk tidak mendapat nilai 'C' lagi. Oke.. saya mulai proses perkuliahan seperti biasanya. Ada satu hal yang membuat saya terkadang ingin kuliah di tempat lain, alasannya karena di UT ini setiap hari saya selalu membaca modul, baca.. baca.. dan baca lagi.. saya mulai berpikir bahwa saya hanya mendapat ilmu materi saja tanpa pengalaman, boleh dikatakan saya ini 'miskin pengalaman'. Bila di universitas lain sudah ada yang namanya kuliah kerja nyata, pkl, dan semua istilah-istilah itu, di UT tidak ada, ya karena saya duduk di jurusan sosial. Selidik punya selidik, kalau ingin praktek atau magang, kita sendiri yang harus menentukan. Akhirnya saya mulai berpikir bahwa saya tidak akan mendapat pengalaman kecuali saya sendiri yang menjemputnya. Oke, hal inipun saya sampaikan pada bapak, bahwa saya ingin punya pengalaman, karena saya ambil prodi ilmu pemerintahan minimal lah saya magang di kantor desa. Namun mungkin karena saya yang malas dan tidak kreatif, pada akhirnya saya diam saja tak melalukan apa-apa selain baca dan baca buku modul. Sehingga bapak nyeletuk, "ya sudah cari pengalaman kalau sudah lulus saja, untuk sekarang fokus saja sama baca modulnya" hehe... benar juga apa kata bapak. So saya mulai berpikir untuk tidak ingin mencari-cari pengalaman pengen magang dan lain-lain. hingga sampailah saya di pucuk akhir yang mana IP semester ini hanya 3,3 (turun lagi) dan kabar baiknya meski IP turun namun bersih dari huruf "C".

Dengan segudang pertanyaan dan sedikit penyesalan kenapa IP saya bisa turun, saya mulai coba untuk menghibur diri agar dapat menerima hal tersebut, selama lima semester ini saya belum pernah mendapat IP di atas 3,5. Paling mentok 3,5 gak pernah lebih. Akhirnya saya targetkan agar disemester 6 nanti bisa mendapat IP  diatas 3,5 dengan catatan tidak ada lagi nilai 'C'

Memasuki semester enam saya berusaha untuk memperbaiki apa yang kurang dari semester-semester sebelumnya, dari yang biasanya saya sering baget nonton tv di kosan saya kurangi, pun juga karena tidak ada yang cocok program televisinya, hanya india dan lainnya. Sayapun baru nonton kalau sudah pengen banget nonton tv. Tak ada perubahan berarti di semester 6, perkuliahan berjalan seperti biasanya. Semester enam pun berlalu dan saya tinggal menunggu hasil nilai uas keluar, kebetulan masa tunggu liburan bertepatan dengan bulan puasa, jadi saya banyak berdo'a agar IP saya bisa naik dan tidak ada nilai 'C' nya lagi. Setelah puasa dan idul fitri berlalu, nilai keluar, Yapp.. Alhamdulillah saya mendapat  IP 3,75 tanpa nilai 'C'. Saya sangat bersyukur akan hal ini karena ini adalah kali pertama saya mendapat IP di atas 3,5. Terimakasih ya Allah.

Saat semester 7 datang, perasaan saya mulai campur aduk. Mungkin karena di semester ini kita bukan hanya menjalani proses tutorial seperti biasanya, namun juga dibebani kewajiban untuk menulis suatu karya ilmiah lalu menguploadnya, dan juga ada beban tugas akhir TAP (tugas akhir program) yang diselenggarakan sehari sebelum uas ke-2. Sebenarnya menulis karya ilmiah sebanyak 12 lembar bukanlah suatu hal yang patut untuk ditakuti, namun hal ini menjadi cukup tricky mengingat banyak atau bahkan hampir semua mahasiswa UT jarang melakukan hal ini. Jadi wajar pas awal masuk semester 7 saya begitu deg-degan gak karuan.

Semua kekhawatiran saya akan karil ilmiah dan ujian TAP UT pun sirna takkala saya melihat hasil karya ilmiah saya lolos plagiasi, pun demikian dengan TAP yang mendapat nilai A dan IP semester tujuh ini pun naik lebih tinggi dari semester kemarin menjadi 3.8. Alhamdulillah sayapun bisa menikmati liburan semester dengan senyum sumringah.

Senyum saya tak bertahan lama, karena beberapa minggu setelahnya tepatnya pada tanggal 6 januari 2018 kakek saya yang tinggal serumah dengan saya berpulang ke rahmatullah, padahal tinggal menunggu satu semester lagi saya akan lulus dan diwisuda. Kesedihan yang begitu mendalam ini saya rasakan mengingat kakek adalah orang yang paling antusias ingin ikut mendampingi saya saat wisuda nanti.

Memasuki semester akhir perkuliahan yakni semester 8 pada akhir bulan februari 2018 menjadi tak begitu menyenangkan. Hal ini dikarenakan saya masih sedikit berkabung atas berpulangnya kakek atau mbah. Namun semua itu segera saya tepis karena saya bertekad harus bisa lulus dalam waktu 4 tahun ini, ya.. saya harus lulus

Hari-hari perkuliahan di semester 8 saya jalani seperti biasa. Membaca modul, mengerjakan tugas, main sama teman kosan, belanja sayur pagi-pagi, hingga bercengkerama dengan ibu kos. Tak ada yang begitu spesial dengan semester ini, karena memang ini semester akhir hanya menyelesaikan mata kuliah yang belum selesai tanpa pusing-pusing harus menulis artikel ilmiah ataupun belajar mengasah kemampuan analisis untuk ujian TAP.

Sehari pasca UAS tepatnya pada tanggal 14 mei 2018, saya berpamitan pada ibu kost untuk kembali pulang kerumah. Hari ini adalah hari terakhir saya menjadi anak kost dan harus segera pulang karena memang proses perkuliahan di UT sudah selesai dan tinggal menunggu hasil saja apakah saya bisa lulus atau tidak. Tiga hari pasca saya pulang kerumah, ternyata bulan ramadan datang menyapa. Iya.. liburan semester ini saya akhiri dengan kebahagiaan menyambut datangnya ramadan dan idul fitri.

Setelah dua bulan berlalu, nilai uas pun keluar. Alhamdulillah saya lulus disemua mata kuliah yang saya tempuh di semester 8 ini dengan IP 3.6. Itu tandanya insyaallah saya akan lulus tahun ini juga.

Oh iya teman-teman, sekarang ini saya sedang menunggu surat keterangan lulus serta SK yudisium dan insyaallah akan mendaftar wisuda dibulan november nanti. Mohon do'a agar semua dapat berjalan dengan lancar

Menulis Estafet selama beberapa bulan dari awal januari 2018 hingga agustus 2018

Monday, February 13, 2017

Dewi Nur Aisyah : Student Mom Sejuta Prestasi

Dewi Nur Aisyah merupakan salah satu penerima BPRI tahun 2014. BPRI adalah Beasiswa Presiden Republik Indonesia yang di buka pada tahun 2014 lalu. Dewi merupakan ibu dari satu orang anak dan sekarang sedang menjalani PhD-nya di UCL. Memasuki masa tahun ke tiganya sebagai mahasiswa Phd membuat Dewi semakin sibuk dalam menjalankan tugasnya sebagai researcher, namun di sela kesibukannya tersebut ia tak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu dari satu orang anak.

Awal mula saya tau tentang Dewi yaitu ketika saya hunting informasi mengenai BPRI. Secara tak sengaja saya baca blognya dan entah kenapa saya begitu tertarik dengan setiap tulisan-tulisan Dewi, baik itu membahas masalah pendidikan, urusan anak, rumah tangga, beasiswa, bahkan traveling. Semua tulisannya saya suka, gaya bahasanya begitu ringan untuk saya mengerti, dari cara penulisannya seakan-akan kita telah lama mengenal dirinya, bahkan dari situ, saking nge-fansnya sama dewi, saya follow blognya, dan media sosialnya pun tak luput dari perhatian saya, dari mulai twitter, instagram, bahkan facebook. Ya kalau menurut saya sih Dewi ini mirip-mirip Mario teguh lah. Namun bedanya bila Mario teguh saya jadikan rujukan pas butuh motivasi tentang cinta, ketika butuh motivasi tentang bisni-berbisnis, mungkin Merry riana bisa saya coba, tapi bila butuh motivasi urusan akademik, Dewi ini yang jadi panduan saya, dan terkadang tulisannya begitu menohok pada diri saya jadinya gimana gitu

Okay, balik lagi bahas tentang Dewi. Sampai saat ini Dewi selalu mengatakan bahwa menjadi seorang istri dan sekaligus ibu bukanlah alasan untuk berhenti mereguk nikmatnya ilmu di perguruan tinggi. lewat blognya ia menuliskan tentang kesehariannya sebagai seorang student, istri dan juga ibu. Dalam blog tersebut Dewi menjelaskan tentang bagaimana kita (khususnya wanita) memosisikan diri sebagai mahasiswa yang terkadang dibuat sibuk dengan thesis, disertasi dan segala hal yang berhubungan dengan dunia akademis, tetapi juga bisa sukses dalam membina rumah tangga yang bahagia serta tetap dapat fokus pada tumbuh kembang putri kecilnya yang saat ini mulai memasuki usia sekolah. Intinya Dewi berusaha mengombinasikan hal-hal tersebut dalam blognya beserta serangkaian tips-tips darinya agar sukses menjadi seorang student mom.

Dari hobinya ngeblog tersebut. Dewi mendapat tawaran untuk menulis sebuah buku. Judul bukunya yaitu Awe- Inspiring Me yang tentunya laris manis. Sebagai seorang researcher ia memiliki kemampuan reseacrh yang mumpuni di bidangnya, dan hal itu pula yang mengantarkannya pada berbagai  prestasi baik nasional maupun internasional. dan sebagai seorang student mom, selain berhasil dalam bidang akademik ia juga selalu memberikan yang terbaik untuk putri semata wayangnya.

Untuk seorang muslim seperti Dewi yang tinggal di daerah mayoritas non muslim layaknya Inggris tak membuatnya menutup pergaulan, ia justru dapat bertahan dan membina hubungan yang baik dengan sesama warga disana. Ia pun juga aktif di beberapa organisasi baik di dalam kampus maupun di luar kampus, dari oganisasi sosial sampai keagamaan. Menurut dewi dimana pun kita tinggal, kita  haruslah tetap berbuat yang terbaik agar dapat bermanfaaat bagi semua, *karena surga itu perlu dikejar 

*(dikutip dari blog dewinuraisyah)

Tuesday, January 31, 2017

Belajar Jarak Jauh (tips for staying motivated)


Keputusan untuk mengambil pendidikan dengan sistem jarak-jauh atau yang lebih populer dengan "distance learning" merupakan keputusan yang kita ambil manakala kita ingin melanjutkan pendidikan namun memiliki kendala akan waktu, seperti bekerja mungkin. Ini sudah menjadi hal yang lazim di zaman yang serba menggunakan teknologi ini. Namun terkadang ditengah perjalanan kita dalam menjadi siswa/mahasiswa jarak jauh, kita menemui yang namanya "kebosanan" yang membuat hilangnya motivasi diri untuk terus belajar, sehingga menyebabkan telat lulus atau bahkan yang lebih parah lagi gak lulus-lulus.
untuk itu saya akan membagikan beberapa tips yang mungkin dapat berguna bagi kelangsungan proses belajar kita

1. Designate A Study Space
Mendesain tempat belajar sangat penting untuk dilakukan. Hal ini dianggap perlu mengingat kita akan belajar. Tempat belajar tak harus ruangan besar yang dikhususkan untuk belajar, kita bisa belajar di manapun asal nyaman dengan kita, seperti di ruang keluarga, ruang tamu, ataupun di ruang yang lain, dimanapun asal ada kursi dan meja, yang penting jangan di atas tempat tidur karena belajar di atas kasur sambil tiduran akan memberikan efek yang kurang nyaman dan membuat kita akan tertidur, lebih cenderung menuju pada malas.

2. Get Dressed
Yes, sebenarnya tidak masalah kita belajar di rumah dengan memakai baju apapun dan tak ada aturan yang melarang hal ini, namun alangkah baiknya bila hal kecil ini diperhatikan. Dengan menggunakan pakain yang nyaman seperti baju yang berbahan kaos atau yang lainnya akan membantu kita untuk sedikit lebih nyaman dalam belajar, tentu keadaannya akan berbeda bila kita belajar dengan menggunakan baju kerja maupun piyama tidur.

3. Make Lists
Membuat daftar rencana akan membantu kita dalam mengorganisir apa yang harus kita kerjakan, daftar tersebut dapat berisi tugas yang harus dikumpulkan maupun daftar bab yang harus dibaca. Hal ini sangat mudah sekali untuk dilakukan dan akan membantu kita agar tetap fokus pada daftar yang telah dibuat.

4. Take breaks
Belajar dalam rentang waktu yang cukup lama akan membuat kita menjadi lelah, pegal, dan hal ini terkadang akan membuat kita bosan. Istirahat sebentar dapat mengurangi penat yang kita rasa, hal ini dapat di lakukan dengan cara mendengarkan lagu, menyeruput kopi, dan bahkan ngemil snack juga bisa, ini dapat mengurangi strees kecil yang melanda saat belajar. Setelah penat hilang baru deh kita bisa lanjut belajar.

5. End Your Day
Artikel sudah selesai, buku lunas di baca, tugas telah dikirim, semua kegiatan belajar telah finish, maka ini saatnya untuk mengakhiri kegiatan kita. Setelah semuanya selesai, ini waktunya untuk kembali ke kegiatan normal kita, seperti berkumpul dengan keluarga, nonton tv, makan malam maupun kegiatan lain yang jauh dari "belajar". Maksimalkan diri kita dalam hal ini karena esok ada hari baru yang akan dimulai dengan semangat baru untuk tetap belajar.

Tips ini mungkin akan sedikit membantu bagi kita yang belajar dari rumah atau mungkin kita yang sedang berpikir untuk bekerja sambil  belajar dari rumah. Bila ada tips yang mungkin tidak saya bahas disini mention saya di bawah ya.. :)

Selamat belajar,

Salam Pendidikan

Friday, January 20, 2017

Yuk Daftar Beasiswa Bidikmisi UT (Universitas Terbuka)

Sejak tahun 2012 silam UT di percaya untuk mengelola beasiswa bidikmisi. Bidikmisi adalah salah satu  program beasiswa bagi mahasiswa S1, program ini akan membiayai kebutuhan akademik kita, seperti SPP atau biasa dikenal dengan UKT (uang kuliah tunggal). Kita juga akan mendapatkan tunjangan perbulan sebesar minimal 600.000 rupiah, tunjangan ini dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, buku, transport, dan lain sebagainya, fleksibel tergantung kita. Bila di universitas lain yang menggunakan sistem belajar tatap muka, pendaftaran beasiswa ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan SNMPTN, SBMPTN, maupun seleksi Mandiri dari pihak kampus masing-masing. Namun seperti yang kita ketahui bersama di UT tidak menggunakan seleksi bersama secara nasional dalam menerima mahasiswa baru, UT memiliki caranya sendiri, yakni dengan cara mendaftar online di website UT, atau datang lansung ke UPBJJ terdekat.
[Update: saat ini tunjangan biaya hidup yang diberikan naik dari 600.000 perbulan (atau 3.600.000/smt) menjadi 4.000.000 persemesternya.]

Saya sudah membuka website UT, tapi kok tidak ada informasi mendaftar beasiswa bidikmisi?. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, begini, untuk mendaftar kuliah di UT dapat dilakukan dengan cara online, namun untuk beasiswa bidikmisi sepertinya masih ada kendala dalam hal informasi, untuk itu saran saya sering-seringlah membuka website UT atau website UPBJJ terdekat di kota kamu, bila belum ada silahkan ditunggu karena biasanya pendaftaran beasiswa bidikmisi di UT bersamaan dengan dibukanya SBMPTN, atau kamu bisa bertanya pada kakak kelas kamu yang kuliah di UT, bila tidak ada kakak kelas yang kuliah di UT bagaimana?, opsi terakhir adalah datang langsung ke UPBJJ terdekat atau tanyakan via email. Berikut adalah alamat kantor layanan (UPBJJ-UT) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Lalu apa saja berkas yang harus dipersiapkan?
Sebenarnya berkas yang harus dipersiapkan sama saja seperti persyaratan bidikmisi pada umumnya, yaitu :
1. Formulir pendaftaran (Bisa didapat langsung dari UPBJJ)
2. Surat keterangan lulus dari kepala sekolah, / foto copy ijazah yang telah di lelegalisir oleh sekolah
3. Foto copy kartu tanda siswa (atau yang sejenis)
4. Foto copy rapor yang dilegalisir oleh kepala sekolah dari semester satu s.d semester enam
5. Foto copy nilai ujian akhir nasional yang telah dilegalisir oleh kepala sekolah
6. Keterangan prestasi/peringkat siswa di kelas/sekolah dan bukti pendukung prestasi lain dibidang ko-kurikuler dan ekstra kurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh kepala sekolah
7. Surat keterangan penghasilan orang tua/wali atau surat keterangan tidak mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh kepala desa/dusun/instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat
8. Foto copy kartu keluarga atau surat keterangan tentang susunan keluarga
9. Fotocopy rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) atau bukti pembayaran PBB (apabila memiliki bukti pembayaran) dari orangtua atau walinya
10. Surat keterangan sehat dari rumah sakit atau unit layanan kesehatan yang menunjukkan calon penerima bidikmisi memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran pembelajaran di perguruan tinggi

Setelah berkas lengkap kamu bisa langsung mengumpulkannya ke UPBJJ terdekat di kota kamu, nanti kamu akan diberi informasi mengenai kapan pelaksanaan tes dan pengumuman. Setelah berkas dikumpulkan biasanya ada waktu beberapa minggu sebelum pelaksanaan tes wawancara dimulai, nah waktu ini bisa kita gunakan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri. Setelah pelaksanaan tes selesai kita masih harus menunggu lagi untuk pengumuman. Biasanya untuk pengumuman ini di umumkan secara langsung di papan pengumuman UPBJJ setempat, namun terkadang pengumumannya secara langsung dengan cara petugas UT datang ke rumah kamu sekalian untuk survei lokasi.

Nah itu adalah ulasan mengenai beasiswa bidikmsi UT, bila ada yang belum jelas bisa komentar di bawah ya guys...

Selamat berburu beasiswa,

Salam pendidikan

Thursday, January 19, 2017

Universitas Pilihan di Prancis

Kuliah di Prancis sebagian besar menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa pengantarnya, meskipun ada beberapa mata kuliah yang diajarkan dalam bahasa Inggris namun kita disarankan untuk menguasai bahasa Prancis level DELF B2 sebelum mendaftar ke universitas. Berikut beberapa kampus pilihan di Prancis

1. University of Paris
Universitas ini lahir pada pertengahan kedua abad ke-12. Universitas Paris tetap menjadi salah satu universitas paling terkenal dan prestisius di dunia, dan telah menciptakan pemenang Penghargaan Nobel dari fakultas dan badan pelajarnya. Banyak ilmuan besar, intelektual, politikus teori, teknisi, fisikawan, teolog dan artis besar lahir di universitas ini. Antara lain Victor hugo, Claude levi-strauss, Roland barthes, Jean baudrillard, Paul ricouer, Henry lefebvre, dan masih banyak lagi. Bahkan novelis Indonesia, Andrea Hirata penulis novel best seller Laskar Pelangi juga merupakan lulusan universitas tersebut.

2. Mines Paris Tech
Universitas yang dikenal dengan Ecole des Mines de Paris merupakan salah satu pendidikan pertambangan tertua di Prancis. Metode pengajaran dan riset telah menginspirasi lembaga pendidikan dunia dan menjadi rujukan utama para profesional dibidang pertambangan. Mereka menggunakan metode pedagogis yang inovatif dan berkolerasi dengan dunia pertambangan masa depan. Di samping itu, dimensi internasional merupakan aspek nyata dari kampus ini.Program pendidikan yang dikembangkan seakan menempatkan para mahasiswa dikawah candradimuka dibidang pertambangan. Mereka disibukkan di pusat-pusat penelitian terbuka dan program pertukaran internasional. Para mahasiswanya juga mendapatkan penempatan selama setahun di lembaga keuangan asing guna mengaplikasikan teori-teori di bangku kuliah.

3. Ecole Normale Superieure
Universitas ini didirikan pada tahun 1794, ENS dikenal sebagai institusi elite dalam pendidikan tinggi  dan riset di prancis. Bahkan, semua peraih nobel matematika dan belasan peraih nobel di bidang lainnya dari Prancis merupakan alumni ENS. Saat ini ENS menampung sekitar 2500 mahasiswa. Berdasarkan Times Higher Education Supplement, universitas ini menempati urutan ke 24 dunia.

4. EICAR The International and Television School
Di dirikan pada tahun 1972 dan berkembang menjadi sebuah sekolah perfilman besar di eropa. Sekolah khusus pertelevisian ini menawarkan kurikulu terbaru dibidang perfilman dan televisi. Sistem pengajarannya pun menitikberatkan pada pendidikan praktis dan meningkatkan kemampuan maupun skill para pelajarnya. Misi mereka memang mempersiapkan siswa agar dapat diterima di pasar kerja internasional. Mereka berkomitmen untuk membantu siswa memperoleh keterampilan artistik dan teknis yang diperlukan untuk masuk dan membangun karir di industri audio visual.

5. Paris and Ecole Polytechnique Paris Tech
Perguruan tinggi prestisius ini telah mendedikasikan diri dalam pendidikan terbaik sains dan teknologi selama lebih dari 200 tahun. Menempati peringkat 35 dunia, Ecole Polytechnique melahirkan berbagai karya inovatif seperti kereta super cepat Prancis yaitu TGV, pesawat terbang komersial Concorde dan Airbus, sistem telekomunikasi seluler GSM, hingga reaktor nuklir. Ecole Polytechnique kini menjadi rumah bagi 2.500 mahasiswa, lebih dari 900 dosen dan 1600 orang di pusat riset mereka.

6.American University of Paris (AUP)
Ini merupakan lembaga pendidikan gaya amerika di salah satu kota paling kosmopolitan di dunia, Prancis. AUP merupakan contoh sukses mengenai lembaga pendidikan interdisipliner internasional. Perguruan tinggi ini mampu menyatukan semua elemen terbaik dari universitas di Amerika yang melakukan penekanan khusus pada pemikiran kritis dan komunikasi yang jelas dengan peluang budaya dan sosial. Perguruan tinggi ini dikelola dan dikembangkan dengan gaya global. Kegiatan akademiknya melibatkan akademisi internasional. Misi dan nilai-nilai yang dikembangkan adalah mendorong pada maupun staf pengajar untuk memiliki sikap kritis dan berkomitmen terhadap dunia yang saling ketergantungan.

Salam Pendidikan

Monday, January 16, 2017

Beasiswa Kuliah ke Prancis

Banyak hal yang menjadi alasan mengapa mahasiswa Indonesia memilih untuk melanjutkan pendidikannya di negara Prancis, salah satunya yaitu biaya kuliahnya termasuk yang termurah di dunia. Beberapa sumber mengatakan bahwa rata-rata mahasiswa hanya perlu membayar di bawah USD 1.000 atau sekitar 13,3 juta pertahun. Untuk program sarjana, sebagian besar kampus di Prancis hanya mematok harga 177 euro atau 2,7 juta rupiah per tahunnya, dan kabar bahagianya uang kuliah ini tidak dibedakan untuk mahasiswa domestik atau pelajar internasional. Namun kita tak perlu khawatir dengan biaya-biaya ini, karena sejumlah lembaga pemerintah maupun swasta menawarkan berbagai macam program beasiswa bila kita berminat untuk kuliah di Prancis. Berikut beberapa program beasiswa ke Prancis

Beasiswa LPDP
Beasiswa ini cukup terkenal di Indonesia. Beasiswa yang dikelola oleh kemenkeu RI ini diperuntukkan bagi putra-putri terbaik bangsa Indonesia. Beasiswa ini di khususkan bagi enam bidang keilmuan prioritas LPDP seperti teknik, sains, pertanian, akuntansi/ keuangan, hukum, dan agama.

BU (Beasiswa Unggulan) Kemdiknas
Berbeda dengan beasiswa LPDP yang di khususkan untuk program magister dan doktor, beasiswa ini terbuka untuk seluruh siswa (kecuali dosen) pada semua jenjang pendidikan (sarjana, master dan doktorat).

Beasiswa DDIP DIKTI
Beasiswa DDIP (Double Degree Indonesia Prancis) ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Prancis untuk program master dan doctor. Skema program master yaitu 1 tahun di Indonesia + 1 tahun di Prancis, untuk skema program doktor yaitu 1 tahun di Indonesia + 2 tahun di Prancis + 1 tahun di Indonesia. Untuk universitasnya, saat ini DIKTI menunjuk beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung untuk jurusan teknik, Institut Pertanian Bogor untuk jurusan pertanian, Universitas Airlangga Untuk Jurusan Manajemen, dan Universitas Udayana untuk jurusan pariwisata serta Universitas Diponegoro.

Beasiswa Pemerintah Prancis (BGF)
Institut Prancis di Indonesia (IFI) memberikan 300 Beasiswa Pemerintah Prancis. Beasiswa gabungan yang turut di danai oleh beberapa kementrian RI, perusahaan Prancis di Indonesia dan yayasan swasta ini hanya diberikan kepada para mahasiswa Indonesia terbaik yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang master ataupun doktorat.

Beasiswa Eifell
Beasiswa ini merupakan tawaran dari pemerintah Prancis kepada mahasiswa internasional. Beasiswa ini terbuka bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktoral. Beasiswa ini meliputi tunjangan bulanan sebesar 1.181, tiket pesawat pulang pergi, perlindungan jaminan sosial, kegiatan budaya, serta tunjangan tambahan dan bantuan tempat tinggal.

Beasiswa TOTAL
Sebagai salah satu wujud tanggung jawab sosial dan komitmen untuk mendukung pengembangan dalam bidang pendidikan, TOTAL memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di berbagai negara untuk mengikuti summer school di Prancis. Biasanya di bulan juli setiap tahunnya.

Erasmus Mundus
Ini adalah bantuan hibah dari Uni Eropa yang bertujuan untuk mendorong dan membuka kesempatan kepada setiap mahasiswa lulusan S1 yang memenuhi syarat dari negara-negara di luar Uni Eropa untuk mengikuti program-program magister Erasmus Musdus tertentu di Eropa dalam jangka waktu 1-2 tahun.

Ayo berburu beasiswa

Salam Pendidikan

Sunday, January 15, 2017

Persiapan Masuk Kuliah Untuk Mahasiswa Baru

Banyak hal yang harus dipersiapkan ketika kita akan masuk kuliah, namun lebih baik kita mulai mempersiapkannya sejak dini. Biasanya perkuliahan dimulai pada awal atau pertengahan bulan Agustus, aku rasa bagi mahasiswa baru harus mempersiapkannya mulai dari hal yang kecil sampai hal yang besar, seperti tempat tinggal, kendaraan menuju kampus, bahkan sampai pada kebutuhan buat perkuliahan. Kita akan membahasnya satu persatu.

Tempat Tinggal
Bagi mahasiswa yang bertempat tinggal di daerah dekat kampus atau minimal tinggal satu daerah dengan tempat kampus berada, mungkin urusan tempat tinggal tak menjadi masalah, namun bagi mahasiswa rantau yang tinggalnya jauh di kota seberang, rasanya perlu mempersiapkan tempat tinggal nanti semasa kuliah. Kita bisa memilih tinggal di kost atau atau rumah kontrakan, tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan kita, namun umumnya mahasiswa dari luar kota lebih memilih tempat tinggal kost karena harganya yang bisa di bilang lumayan murah dan biasanya menggunakan sistem bayar perbulan. Untuk kost ini banyak macam dan jenisnya, ada yang harganya lumayan hingga selangit, dan untuk rumah kontrakan biasanya menggunakan sistem bayar pertahun. Nah untuk mencari informasi tentang kamar kost maupun rumah kontrakan bisa lewat online, karena sudah banyak rumah kost yang memiliki web pribadi, so tinggal seacrhing dan you'll find what you looking for. Namun bila ingin lebih pas, lebih baik datang langsung ke daerah sekitar kampus untuk mencari tempat tinggal kost maupun kontakan ini. Untuk sekedar saran alangkah baiknya bila mencari tempat tinggal di awal-awal, seperti bulan juni atau juli mulai deh kita mencari-cari informasi tentang tempat tinggal.

Kendaraan Menuju Kampus
Kalau aku biasanya ke kampus gak pakai kendaraan, tinggal jalan kaki sampai deh, namun untuk yang jarak antara kampus dan tempat tinggal jauh, hal ini perlu untuk diperhatikan, bisa menggunakan kendaraan umum maupun pribadi, untuk kendaraan umum biasanya banyak angkutan kota hilir mudik sepanjang waktu di daerah sekitar kampus, ada becak juga, dan yang lainnya, pokoknya untuk masalah kendaraan gak perlu khawatir, kendaraan umum banyak, kendaraan pribadi bila ada ya silahkan, namun opsi terbaik kembali pada yang di atas sih menurutku, yakni jalan kaki, selain ramah lingkungan dan membuat badan sehat, juga bisa menghemat pengeluaran.

Pakaian atau Seragam Kuliah
Umumya perkuliahan menggunakan baju bebas alias tidak pakai seragam, yang penting rapi, berkerah, dan bersepatu, namun untuk jurusan/fakultas/universitas tertentu biasanya menggunakan seragam, ya pokoknya mengikuti aturan kampuslah untuk masalah pakaian.

Kebutuhan Kuliah
yups untuk kebutuhan kuliah ini sedikit banyak miriplah dengan kebutuhan ketika di sekolah, seperti tas, sepatu, laptop, alat tulis, dan peralatan lain yang dapat menunjang kegiatan perkuliahan rasanya perlu di persiapkan diawal-awal, ini mungkin hal sepele, namun perlu untuk dilakukan mengingat kita sudah mulai masuk kuliah.

Fisik dan Mental
Memang jam kuliah tak sepadat jam sekolah, kalau sekolah masuk jam 7 pulang jam 3, namun untuk jam perkuliahan bisanya mengikuti berapa banyak mata kuliah yang diambil per semesternya. Untuk hal ini persiapan fisik di rasa perlu untuk diperhatikan, pastikan selama perkuliahan berlangsung kita tidak pernah telat makan, yang penting teratur dan bergizi. Selain persiapan fisik, persiapan mental juga diperlukan, mental sangat penting mengigat dunia perkuliahan menuntut sedikit banyak hal untuk mandiri, terkadang rasa stres dan tertekan muncul diawal-awal kuliah, namun hal itu akan hilang seiring dengan berjalannya waktu dan kita mulai membiasakan diri.

I think it's enough for today, bila ada hal yang tak sempat ditulis diatas mention aku ya guys di kolom komentar,

Selamat datang di dunia kampus
Salam Pendidikan