Laman

Showing posts with label My life. Show all posts
Showing posts with label My life. Show all posts

Monday, November 26, 2018

Pengalamanku Mengikuti Wisuda di UT (Universitas Terbuka) Pusat



Mei 2018 adalah masa terakhir kali aku mengikuti UAS di UT. setelah UAS selesai akupun berpamitan pada ibu kost untuk pulang mengakhiri masa rantauku. Selama kuliah di UT Jember ini aku tinggal di sebuah kostan putri tepatnya di jalan danau toba no. 7, dan karena semua proses perkuliahan telah usai, akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke kampung halaman di probolinggo. 

Juli 2018
Awal juli adalah waktu dimana nilai UAS keluar, sebenarnya aku begitu cemas dalam menunggunya, karena bisa dibilang semester akhir ini adalah penentuan lulus tidaknya kita. jadi meskipun semua nilai kita dari semester awal tidak ada nilai E dan TAP mendapat nilai A, tapi dikemudian hari kita malah mendapat satu saja nilai E di semester 8 itu tandanya kita belum bisa lulus juga.

Alhamdulillah aku lulus di semua nilai pada semester delapan ini, sehingga dapat dipastikan bahwa aku bisa lulus tahun ini juga, dan itu artinya akan segera mengikuti wisuda nanti. Namun ternyata meski aku sudah lulus tahun ini wisuda dan upiku masih akan bisa aku ikuti kelak pada maret 2019 di jember. Berhubung aku ingin cepat selesai wisuda dan sebenarnya juga ingin mengikuti wisuda di pusat jadi aku putuskan untuk mendaftar wisuda di pusat saja.

Menunggu pengumuman kelulusan

Setelah nilai turun, hal selanjutnya yang aku lakukan adalah menunggu pengumuman kelulusan dan menentukan apakah aku jadi ikut wisuda di pusat pada november 2018 atau memilih ikut UPI saja pada maret 2019 nanti. Tak banyak yang bisa aku kerjakan selama masa menunggu ini, kegiatanku sehari-hari hanya mengisi waktu luang dengan memberi les anak-anak SD di rumah dan kadang akupun dibuat bingung sendiri dengan pertanyaan orang-orang mengenai kapan aku wisuda, dan kujawab saja belum tau hehe.

Setelah pengumuman kelulusan keluar pada 26 september akupun sesegera mungkin menyiapkan segala sesuatu utntuk wisuda nanti, seperti foto 3×4, fotokopi ktm dan ktp serta kelengkapan wisuda lainnya layaknya baju kebaya dan lain-lain.

Berdasarkan nilai peringkat pararel, sepertinya aku tidak masuk pada undangan wisuda pusat, IPK akhirku hanya 3,53 saja.. sedang teman-teman ku yang lain banyak yang diatas itu, rata-rata mendekati 4. Pupuslah harapanku untuk bisa mengikuti wisuda di pusat, karena kemungkinan besar aku tidak akan bisa dapat undangan wisuda di UT pusat. cuman setelah itu aku mendapat kabar bahwa meski tidak menerima undangan wisuda di pusat aku juga tetap bisa ikut asal kuotanya masih ada. Akhirnya akupun mendaftar untuk mengikuti wisuda di pusat lewat teman kelasku dan alhamdulillah urusan pendaftaran telah selesai.

8 oktober 2018
Pada tanggal 8 oktober 2018 aku dan temanku yang juga akan ikut wisuda nanti pergi ke bank bersama-sama. Dia adalah temanku dari semasa SMP dulu dan kebetulan kuliahnya bareng jadi ngurus persyaratannya juga bareng-bareng, kami berdua pergi ke bank mandiri untuk membayar biaya akomodasi wisuda (transportasi, makan, dan penginapan). Sedangkan untuk biaya wisuda UT semua gratis tanpa biaya apapun karena menurut info yang aku tau biaya wisuda di UT sudah diakumulasi pada SPP persemester yang kita bayar (program SIPAS & SIPAS Plus) belum tau kalau yang lain.

3 november 2018
Yeay.... Hari ini adalah hari keberangkatan menuju jakarta. Aku tiba di stasiun probolinggo jam 7:30 (aku memilih untuk berangkat dari Probolinggo karena mempertimbangkan efisiensi waktu dari rumah). Perjalanan kulalui dengan kereta dan bertemu dengan teman-teman rombongan yang berangkat dari jember jam 6 pagi.  Akhirnya kami tiba di stasiun gubeng surabaya sekitar pukul 11 dilanjut dengan makan siang dan transit kereta. Kami berganti kereta menjadi gaya baru malam selatan dan berangkat jam 12 siang. Sepanjang perjalanan aku dan teman-teman berhaha-hihi ngalor ngidul sambil nyemil dan minum kopi untuk menghilangkan rasa bosan agar waktu terasa cepat berlalu.

Jam menunjuk pada angka 18.00 dan kita tiba di stasiun lempuyangan yogyakarta. Disini kereta berhenti lumayan lama dan kami pun mendapat makan malam. Yuhuu.. makan lagi... setelah itu perjalanan dilanjut tanpa meninggalkan aktivitas rutin dikereta. Selama di kereta kami hanya melakukan 2 hal saja, yakni makan tidur makan lagi lalu tidur lagi..

Tepat pukul 2.00 pagi kami dijadwalkan tiba di stasiun pasar senen. Namun karena tadi ada hal yang membuat terlambat maka kita tiba disini pun telat pada pukul 2.30 pagi.

Keluar dari stasiun pasar senen rupanya kita sudah ditunggu oleh bus pariwisata yang akan membawa rombongan menuju penginapan. Namun sebelum ke penginapan kita mampir sebentar ke masjid istiqlal untuk sholat subuh dan dilanjut menuju monas.

Setelah selesai kegiatan pagi. Acara selanjutnya yaitu menuju penginapan. Kita berangkat sekitar jam setengah 10 dan tiba di UT hampir jam 12. Perjalanan yang lumayan memakan waktu karena jauh dan macet pula. namun juga tidak terasa soalnya rata-rata semua pada tidur akibat kelelahan.

Tiba di depan gerbang UT kami memisahkan diri. Separuh rombongan menuju ke penginapan di depan gerbang UT, deket cuma tinggal nyebrang aja. Separuh lagi tetap di bis dan langsung menuju tempat pendaftaran karena mereka akan menginap di hotel 88 mangga besar.

Aku begitu bersyukur bisa dapat penginapan yang di depan UT ini. Meski fasilitasnya tidak senyaman hotel namun sangat efisien dalam mengatur waktu mengingat jakarta macet dan membutuhkan waktu lebih lama hanya untuk perjalanan menuju UT.

Setelah bersih-bersih dan menata baju-baju di dalam kamar.  Aku pun turun dan berkumpul dengan teman-teman lain yang sudah menunggu dari tadi. Oo iya penginapan di depan UT ini juga membuka tempat makan jadi kita bisa langsung makan sepuasnya disini tanpa bayar karena sudah terakumulasi dengan biaya penginapan. Hehe wuenak pokok.e wes..

Jam menunjuk pada angka 12.00 siang dan ini pertanda untuk segera melakukan pendaftaran ulang. Aku dan teman-temanpun segera menuju ke gedung pendaftaran ulang untuk wisuda dengan berjalan kaki. Sengaja kami semua lebih memilih berjalan kaki karena ingin menikmati suasana kampus UT yang segar dan indah.

Saat sampai di tempat pendaftaran. Ternyata petugas pendaftaran masih istirahat dan pendaftaran ulang wisuda akan dibuka kembali pada pukul 01.00 siang nanti. Kami pun memutuskan untuk kembali lagi ke penginapan dan makan siang karena tadi buru-buru dan sibuk bersih-bersih diri karena sudah lebih dari 24 jam tidak mandi sehingga tidak sempat untuk makan siang. hehehe...

Setelah makan siang selesai kitapun kembali lagi menuju tempat pendaftaran ulang wisuda. Dengan membawa fotokopi ktp dan ktm serta foto hitam putih ukuran 3×4 sebagai cadangan untuk jaga-jaga kalau-kalau ijazah kita belum ada fotonya. Dan rupanya gedung pendaftaran sudah lebih ramai dari pada tadi.

Sembari menunggu daftar ulang diproses. Aku dan teman-teman langsung menuju keliling UT, melihat gedung-gedung fakultas, foto di depan wisma UT,  survei lokasi wisuda besok(gedung UTCC) hingga menengok danau UT yang sejuk dan asri.

Danau UT

Setelah selesai berkeliling kamipun kembali menuju tempat pendaftaran dan mengambil baju serta toga wisuda untuk digunakan esok. Acara daftar ulang wisuda selesai sekitar jam 4.00 sore dan kami pun segera kembali ke penginapan. Hari ini adalah hari yang benar-benar melelahkan. Seolah-olah dikejar waktu dan semua kegiatan dikebut biar ontime.

Aktivitas dipenginapan berjalan seperti biasa. Ada yang mencuci baju, telfon keluarga hingga menonton tv. Hal ini berlangsung hingga maghrib tiba. Setelah itu kita pun sepakat untuk latihan yel-yel yang akan ditampilkan saat seminar besok.

Karena merasa kelelahan dan juga masih bingung yel-yelnya akan seperti apa. Maka aku dan teman-teman sekamar memutuskan untuk pergi keluar mencari makan. Kami berjalan tanpa arah dan akhirnya menemukan indomart lalu membeli beberapa snack, namun lupa tidak menemukan tempat makan yang pas dihati. Akhirnya aku dan teman-temanpun kembali ke penginapan dan makan disana, rencana makan di luarpun gagal total hehe.

5 November 2018
Jam sudah menunjuk pada angka 5.00 pagi dan kami sekamar telat bangun padahal tadi sudah solat subuh namun tertidur lagi. Singkat cerita aku dan teman-teman sekamar langsung bersiap diri memakai pakaian batik lalu turun ke bawah dan langsung sarapan. Kami merasa agak tergesa-gesa dan sesegera mungkin langsung menuju UTCC. Aku dan rombonganpun sengaja memilih berjalan kaki menuju UTCC mengingat udara masih segar tanpa polusi meski jarak antara gerbang dan UTCC bisa dibilang lumayan jauh.

Tiba di depan UTCC kamipun langsung mengisi absen dan persiapan untuk menampilkan yel-yel semalam secara live di youtube UT. Lumayan lah sebagai pemanasan. Setelah usai kamipun segera masuk kedalam UTCC untuk mengikuti acara seminar.

Seminar nasional kali ini bertemakan "Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Kedaulatan Bangsa di Bidang Kelautan dan Perikanan". Seru sekali selama seminar ini. Selain Karena bisa bertemu dengan rektor UT secara langsung kami juga bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah. Diakhir acara ditutup dengan pemilihan pembaca janji wisudawan serta ucapan terimakasih wisudawan. Acara pemilihan ini berlangsung dengan penuh canda tawa akibat tingkat para finalis... lucu deh pokoknya...

6 November 2018
Tibalah hari dimana kami akan diwisuda dan resmi menyandang status sarjana. Aku bangun jam 3 pagi dan mandi serta langsung berdandan sebisanya. Memakai makeup yang lebih tebal dari biasanya, eyeshadow nude, alis agak tebal dan nyentrik, bulumata badai, hingga lipstik kalem namun tetap strong.

Dari depan penginapan aku dan 4 teman lainnya naik taxi online dari gerbang UT menuju UTCC. Hal inipun dipilih karena kita tidak mungkin jalan kaki kesana dikarenakan jaraknya lumayan jauh.

Setibanya di UTCC aku langsung mengambil barisan yang sudah ditentukan. Disini kita diabsen beberapa kali untuk memastikan bahwa nama kita dan orangnya benar-benar ada dan sesuai. Entahlah bagaimana cara UT mengaturnya supaya bisa rapi dan tertib seperti itu. Hal ini membuat saya makin bangga terhadap UT.


Acara wisuda selesai sekitar jam 12.00 siang. Setelah acara selesai aku langsung mencari keluarga paman yang jauh-jauh datang dari cileungsi bogor ke sini. Setelah bertemu kami berfoto-foto sebentar dan langsung menuju ke penginapan dikarenakan hujan turun begitu derasnya.

Sesampainya di penginapan aku dan teman-teman diagendakan untuk berkemas dan pindah ke penginapan hotel 88 mangga besar agar lokasinya bisa lebih dekat dengan stasiun pasar senen untuk kepulangan besok. Namun aku memilih untuk tidak ikut rombongan karena rencananya aku akan menginap di rumah paman di cileungsi bogor. Jauh memang, namun karena ini kali pertama aku di jakarta maka saya kurang pas rasanya bila belum mampir dan menginap di rumah saudara sendiri.

Foto dengan Bapak Rektor

7 November 2018.
Hari ini adalah hari terakhir aku berada disini. Tepat jam 4 pagi aku bangun dan langsung siap-siap untuk pulang. Jam 5.45 aku berangkat dari cileungsi bogor menuju stasiun pasar senen diantar oleh istri paman alias bulekku. Kami tiba di pasar senen tepat jam 8 pagi dan disana sudah ada teman-teman rombongan yang juga baru saja tiba. Kegiatan dilanjut dengan mencetak tiket dan menunggu kereta. Jam 10.00 kereta berangkat menuju surabaya, perjalanan kali ini terasa begitu cepat sekali mungkin karena hati sudah bahagia dan membawa ijazah ditangan sehingga waktu terasa cepat berlalu. Hemmmm....tidak sabar rasanya ingin segera sampai di rumah dan ketemu keluarga...

Ini adalah perjalananku wisuda di UT Pusat. Kalau teman-teman pernah wisuda disana atau bahkan berencana untuk ikut wisuda di UT pusat nanti silahkan tulis pengalamannya dibawah ya... biar bisa sama-sama sharing.. :)

Xoxo



Wednesday, December 28, 2016

Pengalaman Naik Kereta Api

Selama aku kuliah aku tak pernah naik kereta api, kenapa??? ya karena menurut aku itu ribet banget sih, harus pesen tiket dulu, tunggu dulu dan segala macam tunggu-menunggu, belum lagi kalau aku mau batalin jadwalnya, harus ke stasiun lagi lah, inilah, itulah aduhh... pokoknya gak bangetlah. dan alasan kenapa aku gak pergi naik kereta api ya karena aku gak pernah pergi yang sampai jauh-jauh banget. Biasanya kemanapun aku pergi, sejauh apapun, aku selalu naik transportasi langgananku yaiuti BIS, ya karena selain mudah didapat alias gak perlu datang ke terminal buat nunggu bis, tinggal tunggu saja di jalan pantura (anyway rumah aku lumayan deket sama jalan pantura), nemu bis langsung naik langsung cus, dari pada harus ke stasiun yang jaraknya berkilo-kilo meter kalau naik motor paling cepat 30 menit itupun dengan kecepatan tinggi, harus booking tiketnya dulu lah dan bla bla bla

aku lemu ya :)

But, itu pandangan aku dulu kenapa gak mau naik kereta, sekarang lain lagi ceritanya. Kini aku duduk di semester lima, dan baru pertama kalinya aku naik kereta seumur idup, mungkin akan banyak yang ngetawaiin aku, but you must memahami alasannya guys, ok. Kalau aku naik kereta biasanya aku pilih yang kelas ekonomi saja, kenapa?, ya supaya uangnya bisa di alihkan untuk kebutuhan yang lain, lagian menurut aku percuma naik kereta mahal-mahal kelas eksekutif kalau jaraknya deket cuma dari Probolinggo-Jember yang dengan dua jam perjalanan dan harganya rata-rata diatas seratus ribu, itu menurut aku saja sih.

Nah bicara soal pelayanan dan kualitas gimana?

Kalau menurut aku sistem perkeretaapian sekarang sudah lebih baik di banding jaman-jaman dulu loh... bahkan ada yang bilang kalau sistemnya sekarang sudah lebih baik dibanding bandara, lha kok bisa?, bisa, kalau gak percaya ini aku kasih tau (tulisan pak alif). Percaya gak percaya sih, but itulah kenyataannya. Sitem perkereta-apian sekarang sudah baik sekali, kalau diberi nilai aku kasih 8 dari 10, bisa saja aku katakan begitu karena memang kenyataannya seperti itu. Nih ya, sekarang sudah tidah ada lagi yang namanya pedagang asongan maupun pengamen didalam kereta, bukan berniat untuk menghalangi rejeki seseorang, tapi itu untuk kepentingan bersama. Karena sudah tidak ada lagi pedagang asongan, hal ini membuat stasiun menjadi lebih bersih, nyaman, dan rapi, pokoknya kebersihannya terjaga banget deh. Didalam kereta kita tak perlu lagi tuh khawatir yang namanya copet mencopet, namun kita harus tetap waspada, pokoknya soal pelayanan ok banget lah.

Lalu bagaimana soal pesan memesan tiket yang aku keluhkan diatas?. Sekarang tidak perlu lagi ribet soal pesan-memesan tiket, selain bisa langsung di loket stasiun, bisa secara online juga melalui website PT. KAI (disini) maupun lewat minimarket indomaret yang mudah ditemukan dimana-mana, serta sudah banyak pula aplikasi online untuk pesan tiket kereta api. Oh iya, fitur pesan tiket online di PT. KAI mudah sekali tidak membuat bingung bagi yang pertama kali menggunakan seperti aku ini, pokoknya user friendly banget lah.

Source: Google


Oh iya balik lagi ke ceritaku nih. Nah waktu itu aku nganterin adek aku ke Jember ngurus berkas, berhubung lokasi yang kita tuju berdekatan dengan kereta, kita langsung pesen tuh tiketnya, setelah urusan adek aku selesai, kita makan dulu nih di warteg dekat stasiun, stasiun jember bisa ditempuh kurang lebih sekitar 10 menit dari alun-alun. urusan makan selesai kita langsung balik lagi ke stasiun dan cek in, sambil nunggu kereta datang, aku menyempatkan diri untuk ke toilet, toiletnya rapi banget, bersih, dan wangi pula, beda jauh sama fasilitas(toilet) di terminal, kenapa ke toilet, ya gimana gak ke toilet, dari berangkat jam setengah enam pagi sampai jam 4 belum cuci muka, dan nahan pipis, gak kebayang deh gimana rasanya. and then setengah jam kemudian kereta datang kita langsung naik, dua jam berlalu sampai di terminal probolinggo. Sampai di probolinggo, aku dan adikku cari minum dulu, terus jalan deh ke alun-alun, capek sih, but that's no problem. Setelah itu kita mmelanjutkan perjalanan pulang, sampai dirumah langsung tepar. Hmmm.. gak menarik sih ceritanya, but, nikmati sajalah

menunggu tiang bicara :(


see you... :)